About me

My photo
Kuala Lumpur, Malaysia
Hello,, I'm Santi , from Padang, Indonesia but I'm currently working in Kuala Lumpur, Malaysia. I love everything about Japan 💕

Monday, April 12, 2021

Biaya Hidup di Kuala Lumpur Malaysia 2021

Hola gaeeess,, selamat datang kembali di blog aku ☺️

Marhaban Ya Ramadhan, gak terasa udah masuk Ramadhan lagi aja, semoga tetap diberi kesehatan dan juga lancar puasa nya yaa 😁

Kali ini aku mau bahas tentang biaya hidup di Kuala Lumpur, Malaysia. Terimakasih sebelumnya yaaa buat yang udah ngasih ide tema ini buat dibahas di blog aku. Yak mumpung aku lagi libur dan gak ada kerjaan, so bisa laah update blog lagi hehehe 😁

Sebelum kita lanjut ke intinya, aku mau ngasih disclaimer dulu yaa,, kalau living cost atau biaya hidup yang akan aku bahas di bawah ini berdasarkan pengalaman dan gaya hidup aku pribadi, yang mungkin bisa berbeda jauh dengan pengalaman orang lain, karna pengeluaran atau biaya hidup setiap orang itu berbeda-beda, sesuai dengan gaya hidup masing-masing. Jadi bagi yang merasa biaya hidup aku di Kuala Lumpur ini terlalu mahal atau terlalu murah dari yang seharusnya, selow yaaa,, karna kita punya prinsip dan komitmen yang berbeda juga 😉

Oke langsung saja, disini aku akan bagi pengeluaran biaya hidupku di KL menjadi 5 bagian, yaitu pengeluaran untuk tempat tinggal, makan, transportasi, kebutuhan pribadi, dan lifestyle atau gaya hidup.

Yang pertama untuk tempat tinggal, di Malaysia gak ada istilah kos"an kayak di Indonesia, jadi di Malaysia ada beberapa jenis penginapan yang bisa disewa seperti condominium, apartment, dan rumah tapak, yang sistemnya bisa kita sewa per-unit, atau bisa juga per-kamar yang biasanya dalam 1 unit hanya terdapat 3-4 kamar dengan ukuran yang berbeda (master, medium, dan small),  atau bahkan juga bisa sewa per-studio, yaitu jenis unit condominium yang hanya memiliki 1 kamar lengkap dengan dapur, kamar mandi, dan ruang tamu didalamnya.  

Rentangan harga apartment dan condominium di Kuala Lumpur memang cukup mahal dibandingkan dengan Negri lainnya di Malaysia.  Untuk ukuran small room di condominium dgn unit fully furnished di Kuala Lumpur, harga normalnya per-bulan sekitar RM500 - RM700, sedangkan medium room RM750-RM1.000, dan master room diatas RM1.000. Tapi banyak juga kok condominium yang dibawah harga normalnya, tergantung kita dalam bernegosiasi, dan pandai" mencari yang lebih murah aja. Sebagai contohnya aku sendiri di condominium yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap, yang mana di condominium sebelumnya aku mengambil kamar ukuran medium dengan harga RM500/bulan, dan di condominium yang baru dikarnakan aku baru pindah dengan harga RM600/bulan yang lebih dekat dengan pusat KL dan juga sudah termasuk biaya listrik dan air atau jika dirupiahkan dengan kurs hari ini yaitu 2,1 jt rupiah/bulan. Sangat murah untuk condominium di Kuala Lumpur bukan ? yaps tentu saja, the power of negotiation, dan juga dikarnakan aku yang memang dari awal sudah memasang target maksimal untuk pengeluaran sewa tempat tinggal, dan gamau ngelebihi target aku tapi tetap ingin cari tempat tinggal yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari kantor dengan harga murmer, jadi ya perlu effort yang maksimal juga buat nyari dan bernegosiasi untuk bisa dapatinnya hehehe 😁   

Lalu apa perbedaan apartment dengan condominium ? Sejauh yang aku ketahui dan pahami, condominium adalah apartment versi mevvah (ala-ala si mbak rrrrrr 🤣) yg penjagaan dan keamanannya sangat ketat, dan dengan fasilitas yang super lengkap. Karna penggunaan kata apartment di Malaysia pada umumnya lebih ke bangunan yang seperti rumah susun jika di Indonesia. Untuk lebih lanjutnya tentang perbedaan condominium dan apartment, dan tips mencari tempat tinggal murah di Malaysia ala santi (aseeeekk 🤣)  akan aku bahas di blog aku selanjutnya aja yaa, karna disini aku akan fokus ke biaya hidup aja 😉


Selanjutnya kita lanjut aja kebagian kedua, yaitu biaya makan sehari-hari.  Biasanya waktu aku masih ngantor sebelum covid, makan siang bahkan sampai makan malam itu di kantor, atau kalau lagi shift malam, makan malam sampai makan tengah malam (supper) juga di kantor dan itu gratis, jadi palingan beli sarapan doang, atau kalau lagi bosan makan di cafe kantor, nyari makan di mall bawah kantor sekali-sekali,  jadi masak pas libur aja. Jadi pengeluaran aku buat makan sebelum WFH ya maximal cuma RM200 untuk jajan-jajan cemilan dan biaya makan di hari libur doang. Tapi semenjak WFH biasanya aku masak sendiri tiap hari, tapi akhir-akhir ini jarang masak karna sering ambil OT(overtime), jadi gak sempat masak dan sering order aja 😁.  Untuk total biaya makan sebulan selama WFH termasuk juga dengan cemilan, susu, dan buah ataupun jajan-jajan makanan lainnya, biasanya aku gk pernah lebih dari RM500/bulan, bahkan gak pernah sampe RM500/bulan. Tapi aku ambil aja perkiraan maksimal RM500/bulan yaa, jadi kalau di rupiahkan dengan kurs hari ini Rp1.750.000/bulan 

Selanjutnya untuk biaya transportasi, dulu ketika aku masih ngantor, pulang pergi selalu naik bus total RM3 pulang-pergi dengan jumlah 20 hari kerja/bulan. Tapi kadang aku juga pergi jalan keluar di hari libur, so aku perkirakan maksimal RM80/bulan. Tapi sekarang aku udh gak pernah ngantor, dan jarang keluar rumah, sekali-sekali doang keluar rumah naik grab, jadi ya perkiraan maksimal aku untuk transportasi semenjak aku WFH ini ya RM50/bulan atau kalau dirupiahkan dengan kurs hari ini Rp175.000/bulan

Next, kebutuhan pribadi lainnya, seperti kebutuhan perempuan (skin care, body care, hair care, bedak, make up, lipstick, dll) yang biasanya sekali beli aja di guardian atau watson,  perkiraan max untuk biayanya RM300 dan bisa tahan sampe 3 bulan bahkan lebih karna aku jenis yang pake make up sekedarnya aja, jadi bisa di perkirakan dalam hitungan perbulannya RM100 , selanjutnya untuk vitamin RM 35/bulan, dan pulsa RM15/bulan. So, total maksimal untuk kebutuhan pribadi aku perkirakan RM150/bulan maksimal atau kalau dirupiahkan Rp525.000/bulan 

Nah yang terakhir lifestyle atau gaya hidup seperti biaya pengeluaran nongkrong di cafe, dan shopping barang, langganan spotify atau netflix, dan langganan" lainnya. Dikarnakan aku anak rumahan yang mageran dan jarang bgt keluar nongkrong di cafe,  kecuali nongkrong di cafe office atau ke cafe diluar office tapi dibayarin office,  karna emg gratis (siapa yg nolak coba kalau gratis hahahhaaha), dan kalau untuk shopping sih bukan perbulan juga, kalau lagi mood dan pengen aja,  dan juga karna aku udh gk langganan netflix lagi karna gak terlalu hobi nonton, ataupun spotify (jadi anak yutub aja 🤣) jadi karna itu aku gk terlalu banyak pengeluaran disini,  bisa diperkirakan RM100/bulan atau Rp350.000/bulan walau pakenya gk perbulan dan bahkan gk kepake 😂

Kesimpulan perkiraan pengeluaran maksimal perbulannya aku rangkum dibawah ya :

1. Tempat tinggal termasuk air dan listrik : RM600
2. Makanan, cemilan, dan susu                  : RM500
3. Biaya transportasi                                  : RM50
4. Kebutuhan pribadi lainnya                    : RM150
5. Lifestyle/ gaya hidup                             : RM100

Jadi perkiraan total biaya hidupku maksimal perbulan di Kuala Lumpur RM1.400, atau jika di rupiahkan sesuai kurs hari ini yaitu Rp4.900.000/bulan. Tapi jujur, aku belum pernah ngabisin sampe RM1.400 perbulan, seboros"nya aku hidup di KL paling mentok habis RM1.200 atau setara Rp4.200.000/bulan. Oya, biaya ini belum termasuk biaya jalan-jalan atau travelling ya 😂 

Porsi terbesar pengeluaran adalah untuk tempat tinggal karna memang di Malaysia harga property sangat mahal dibanding Indonesia, selebihnya untuk biaya hidup lainnya sebenarnya 11-12 aja dengan Jakarta, yang mahal itu gaya hidup, tapi jangan terlalu pelit juga dalam ngeluarin biaya hidup yaa, hemat boleh, pelit jangan 😂 Terutama bagi yg kerja dan bukan mahasiswa yaa,, kita kerja cari uang untuk dinikmati, jadi nikmati saja asal pasang target dan jangan sampe kebablasan, disiplin kelola keuangan dan investasi, karna masih ada masa depan yang lebih penting, dan juga ada keluarga yang harus ditanggung khusus bagi yang jadi tulang punggung keluarga. 😉

Jadi begitulah gambaran biaya hidup di Kuala Lumpur versi gaya hidupku, semoga bisa jadi gambaran bagi teman-teman yang berniat tinggal di Malaysia. Tapi kembali lagi ke disclaimer yaa, ini versi gaya hidupku, yang mungkin jauh berbeda dengan gaya hidup orang lain karna setiap orang punya gaya hidup masing-masing ☺️

Terimakasih sudah mampir dan membaca di blog ku, bagi yang belum baca tulisanku sebelumnya tentang Pengalaman dan Tips Bekerja Sebagai Expatriat di Malaysia, silahkan klik disini yaa 😉

Stay safe and stay healthy guyyyss,, 

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan untuk sebulan kedepan bagi yang muslim ☺️

Sayounara~ ❤️