About me

My photo
Kuala Lumpur, Malaysia
Hello,, I'm Santi , from Padang, Indonesia but I'm currently working in Kuala Lumpur, Malaysia. I love everything about Japan 💕

Monday, October 19, 2020

Pengalaman dan Tips Bekerja Sebagai Expatriat di Malaysia

 Holaaa,, amigos !!! como estas ?? ☺️

Semoga kita semua dalam keadaan sehat ya walaupun di tengah pandemi seperti ini 😁

Gk terasa udh sekian bulan aku gk update blog ini, dan gk terasa juga tahun 2020 udah mau abis dan hidup masih gitu² aja, berharap semoga corona bisa cepat lenyap dari muka bumi ini dan kita bisa kembali hidup normal seperti sedia kala 😂 

Hmmm btw nih ya mumpung aku lagi cuti panjang gini dan gatau mau ngapain karna emg di Malaysia semenjak 14 Oktober ini kembali diterapkan CMCO (Conditional Movement Control Order) jilid 2, atau sering juga disebut dalam Bahasa Melayu sebagai PKPB (Perintah Kawalan Pergerakkan Bersyarat) atau mungkin di Indonesia disebut PSBB kali yaa, jadi aku gak bisa kemana² lagi padahal udah ambil cuti panjang buat liburan, sedddihh aku tuu 😭 (nyari tisu) 

Okeoke abaikan, maap jadi curhat, anggap aja iklan guys,, kita lanjut yaaa~ 

Jadi daripada cutiku cuma buat main Among Us dan netflix-an mulu, kali ini aku mau share dikit tentang pengalamanku bekerja di Malaysia, dan sedikit tips buat teman² yg ingin berkerja di Malaysia, karena menurutku Malaysia merupakan salah satu negara ternyaman untuk bekerja bagi WNI yang ingin kerja di luar negri, tapi sebelum itu, aku mau ngasih gambaran dulu nih tentang kehidupan di Malaysia itu kayak gimana dan kenapa Malaysia itu masuk kedalam salah satu negara ternyaman untuk bekerja bagi WNI.  Penasaran ??? kuyyy cekidottt~ 😁

 

eheeemm gk usah lama² pandang foto diatas ✌️(gatau itu di foto lagi nampung apaan hahaha)

oke langsung aja yaaa,,, jadi kehidupan di Malaysia sebenarnya gak jauh beda ya dari Indonesia, baik dari budaya, bahasa,  termasuk juga biaya hidupnya. Untuk daerah Kuala Lumpur sendiri biaya hidupnya memang sedikit lebih tinggi dibandingkan negri lainnya di Malaysia, tapi ya 11-12 dgn biaya hidup di Jakarta lah yaa (ini kata teman² aku sih, karna aku gk pernah tinggal di Jakarta wkwk), tapi tentu saja itu semua kembali ke gaya hidup kita masing², bagi yang terbiasa dgn kehidupan yang hedon, suka berfoya², tentu saja berapapun gaji yg didapat akan selalu merasa tidak cukup, intinya ya pandai² mengelola keuangan dan jangan lupa investasi, karna dgn rata² gaji expatriat di Malaysia yang jauh lebih tinggi dibandingkan gaji di Indonesia tentu saja menjadi salah satu keuntungan bagi WNI yang bekerja di Malaysia untuk bisa memiliki saving yang lebih tinggi dan bisa dibawa pulang ke Indonesia (jadi pahlawan devisa ni ceritanya wkwk)

Selain itu Malaysia juga merupakan negara yang muslim friendly karna Islam masih menjadi mayoritas di negara ini, jadi setidaknya bagi yg muslim masih ngerasa aman dan nyaman untuk tinggal disini. Tapi walaupun begitu untuk makanan non-halal disini dijual dengan bebas dimana², jadi ya tetap kudu hati² dan lebih jeli aja nyari makanan halal khusus bagi yang muslim. Selanjutnya untuk tempat wisata disini juga banyak kok yang cantik², jadi bisa deh tuh kerja sambil explore Malaysia, jangan cuma fokus ngumpulin ringgit doang, sekali² boleh atuh jalan² 😂 Dan yang terakhir, yang paling gak kalah penting buatku, lokasi Malaysia yang sangat dekat dengan Indonesia (terutama Padang Kotaku tercinta) dan didukung dengan harga tiket pesawat AA yang sangat terjangkau dan bahkan jauh lebih murah dibanding tiket domestik di Indonesia (maap engga diendorse kok 😌), jadi bisa deh tu bolak balik Indo sering² tanpa harus bikin kantong bolong , kecuali semenjak corona ini yaaa,, emg gk bisa balik Indo aku tuu 😭 (tuhkan curhat lagi, maapkan guys wkwk)

Jadi itulah beberapa kelebihan kerja di Malaysia versiku, kalau untuk kekurangannya ya biasalah, namanya juga kerja di negri orang kan yak, gk perlu aku jelasin lagi, anak rantau pasti paham terutama anak rantau Minang yang memiliki lidah Padang pekat seperti lidahku (if you know what I mean 😌)

Lalu gimana sih caranya buat bisa kerja di Malaysia ? sebenarnya ya jawabannya gampang aja sih, tinggal apply kerja yg penempatannya di Malaysia wkwkwk. Nah untuk dapatin lowongan kerja di Malaysia ini sebenarnya banyak kok di job² portal kayak di linkedin, jobstreet, glints, dll gitu, jadi ya rajin² cari informasi aja buat nyari lowongan kerja di Malaysia. 

Sedikit tips buat teman² yang mau nyari kerja melalui job portal atau web profesional lainnya, jangan lupa set lokasi dan role yang ingin kalian apply, misalnya untuk lokasi Malaysia dan role Indonesian speaker, dan juga jangan lupa aktifkan pemberitahuannya, jadi ketika ada company di Malaysia yang posting job untuk Indonesian speaker, kita akan langsung dapat notifnya. Dan juga yang paling penting, isi profil selengkap²nya termasuk semua keahlian² yang kita miliki, pengalaman kerja & organisasi, dan prestasi² lainnya, agar rekruiter bisa dengan mudah menemukan profil kita, karna rekruiter akan mencari orang² yang sesuai dengan skill yang mereka butuhkan, jadi bukan kita lagi yg nyari job, tapi rekruiter lah yang nyari kita untuk menawarkan job yang sesuai dengan keahlian kita. Tapi walaupun begitu, tetap harus hati² juga karna masih banyak job² penipuan yang berkeliaran di job portal atau web profesional lainnya, pastikan domain email rekruiter dan perusahaannya sama, walaupun masih banyak rekruiter yang menggunakan email personal gmailnya, tapi tetap harus jeli dan berhati² dalam membedakan mana yang penipuan dan mana yang bukan.

Selanjutnya, bagi teman² yang udah tamat kuliah tetapi belum dapat kerja, manfaatkan waktu² kosong tersebut dengan sebaik²nya, persiapkan diri dan fokuslah untuk pengembangan diri, bisa dengan mendirikan bisnis kecil²an atau mengikuti magang bagi yang belum pernah magang, atau mengikuti pelatihan² bahasa dan profesi yang bermanfaat seperti pelatihan komputer, atau juga bergabung dengan NGO/organisasi² yang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kepemudaan, bisa juga dengan mengikuti conference² luar negri, karna semua itu akan bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas CV kita untuk bisa bersaing secara internasional. Karna biasanya HR akan menanyakan apa saja kegiatan yang kita lakukan ketika menganggur, jangan sampai cuma rebahan doang selama nganggur yaa, at least lakukan kegiatan² positif dan bermanfaat sehingga rekruiter tertarik dengan kita saat diwawancara.

Dan untuk adik² yang masih berada dibangku kuliah, manfaatkan masa² kuliah dengan sebaik mungkin, kalau bisa ikuti kegiatan exchange, conference, dan kegiatan² organisasi dalam dan luar kampus, sehingga ketika lulus, kita sudah siap dengan bekal softskills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja internasional,  tapi dengan tetap menyeimbangi dgn nilai akademik, karna bagaimanapun IPK juga tetap berperan penting dalam penyaringan awal rekruitmen.

Lalu apa² saja yang perlu dipersiapkan untuk apply kerja di luar negri ? 

Untuk file² yang perlu dipersiapkan yaitu passport yg masih berlaku, karna passport adalah persyaratan awal jika telah dihubungi oleh rekruiter, jadi bagi yang belum punya passport atau passport nya udh expired, lebih baik disiapkan dari awal, karna antrian passport itu lama, dan selanjutnya ijazah dan transkrip nilai dalam bahasa Inggris, karna ini syarat mutlak buat apply kerja di luar negri, jadi buat kalian yang belum punya ijazah dan transkrip nilai dalam bahasa inggris, lebih baik segera di urus, biar bisa apply kerja ke luar negri. Dan yang terakhir CV atau resume dalam Bahasa Inggris, nah jadi buat kalian yang CV atau resume nya masih dalam Bahasa Indonesia, upgrade gih kedalam Bahasa Inggris, karna gak mungkin CV atau resume Bahasa Indonesia yang akan digunakan untuk apply job di luar negri kan ? wkwkwk . Nah kalau untuk file² yg dibutuhkan sih itu aja, selebihnya persiapkan skill dan kemampuan diri masing² , terutama Bahasa Inggris dan softskill lainnya, 

Untuk Bahasa Inggris sendiri disini gak ada make syarat minimal TOEFL atau IELTS, umumnya disini tesnya menggunakan CEFR English level (Common European Framework of Reference for Languages) , yang umumnya diminta minimal level B2 (Upper-Intermediate English), tapi banyak juga kok company yg gk gunain CEFR, tergantung ke companynya masing² juga, jadi ya tetap persiapin englishnya aja yaa 😉

Dan yeah the last but not least, ini yang sebenarnya yang paling penting yaitu niat dan doa, jadi ya bagi yg niatnya masih mencong² sana sini, sekedar pengen ini, pengen itu, coba lurusin lagi niatnya, tanamkan dalam hati kalau seandainya lulus hal positif apa yang akan kita lakukan dan kita berikan buat orang² sekitar kita, berdoa agar semua dipermudahkan, dan bagi yg muslim kalau bisa manfaatkan sholat tahajud.

Jadi aku rasa cukup itu saja yang bisa aku share kali ini, semoga bermanfaat dan kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa di komen atau hubungi aku di contact me atau sosial media yang ada di profil blog aku.

Oh ya bagi yg belum baca postingan aku sebelumnya, kuy cek Cara Mengajukan Visa Jepang di Malaysia 

Sekian dan terimakasih sudah mampir di blog aku guysss,,  Keep going yaaa !!! 😉😉


Wednesday, January 22, 2020

Cara Mengurus atau Mengajukan Visa Jepang di Malaysia


Horraaa Minna-san,,, 

Setelah di postingan sebelumnya aku membahas Pengalaman mengajukan Single Entry Visa Malaysia di Pekan Baru, Riau, kali ini aku mau berbagi pengalaman mengurus visa turis (holiday/transit) Jepang bagi pemegang passport Indonesia yang sedang berada di Luar Negeri. Yaa katanya ngurus visa jepang sih gampang" susah sih yaa, apalagi ngurusnya di luar negri, takut gk di approve gitu karna syaratnya yg sedikit berbeda dibandingkan ngurus visa Jepang di Indonesia. 

Dalam postingan ku kali ini aku ngurus visa Jepangnya di Kuala Lumpur, Malaysia karna aku kerja sebagai expatriat di Malaysia. Tapi untuk kalian yang berada di luar negri selain dari Malaysia, kayanya untuk syarat-syarat nya gk beda jauh deh, atau supaya lebih pasti bisa dilihat di website kedubes Jepang nya di masing" negara.

Ohya FYI, postingan ini untuk pemegang passport biasa ya, karna kalau yg udah e-passport gk perlu ngurus visa lagi soalnya kan udah bebas visa,, tapi tetap harus didaftarin dulu biar bisa bebas visa :))
Aku awalnya pengen bikin e-passport aja biar gk ribet ngurus visa, tapi sayangnya KBRI di Malaysia belum menyediakan e-passport, jadi kalau mau bikin e-passport kudu balik ke Indonesia dulu 😔

Nah kita langsung saja yaa ke syarat" pengajuan visa turis Jepangnya, untuk Embassy of Japan di Kuala Lumpur, syarat-syarat visa turis nya yaitu :

1. Passport dengan visa kerja di Malaysia yg masih berlaku minimal 6 bulan semenjak pengajuan visa Jepang, maksudnya jika kalian ngajuin visa Jepangnya di bulan Januari, berarti visa kerja Malaysia harus berlaku minimal sampai bulan Juli.

2. Formulir pengajuan visa (bisa download disini)

3. Satu lembar pas foto berwarna ukuran 4.5 x 4.5 dengan background putih (ditempel di formulir pengajuan visa)

4. Schedule of stay form (bisa download disini)

5. Print out bank statement pribadi di Malaysia untuk 3 bulan terakhir dengan bukti pengesahan dari bank bersangkutan (stempel dan tanda tangan dari officer bank bersangkutan)

6. Surat asli dari perusahaan tempat bekerja yang menyatakan posisi , masa kerja, dan detail perjalanan ke jepang (tanggal pulang-pergi, dan tujuan pergi ke Jepang). Surat pernyataan harus menggunakan kop surat serta ditanda tangani dan di stempel asli dari perusahaan . Perlu diingat ya guys,, Kedubes Jepang tidak menerima surat dgn tanda tangan atau stempel digital, so suratnya memang bener-bener asli dari company dan gk boleh fotocopy juga.

Nah syarat" yang tersurat nya sih cuma itu, tapi setelah aku email langsung kedubes Jepangnya, mereka mengatakan ada kemungkinan mereka akan meminta bukti reservasi tiket pesawat dan hotel. 
Tapi setelah baca" pengalaman para peng-apply visa Jepang, ternyata tidak sedikit yg visa nya ditolak oleh Kedubes Jepang, padahal mereka sudah membeli tiket pesawat, booking hotel dan mempersiapkan semuanya, dan jujur aku jadi semakin galau buat apply visa Jepang karna takut ditolak kalau tiket pesawat udh dibeli. 

Namun akhirnya aku beranikan untuk coba apply visa dgn bermodalkan 6 syarat diatas ditambah dengan bukti bookingan hotel selama di Jepang, namun tanpa reservasi tiket pesawat. 
Dan ternyata itu semua masih kurang cukup, yappsss akhirnya Kedubes Jepang menghubungi aku untuk memberikan bukti reservasi tiket pesawat pulang-pergi. Whattt ? Of course aku galau bgt dong yaa karna takutnya nanti tiket pesawat udh dibeli tapi visa malah gk di approve😔

Dan ini merupakan kegalauan umum yg aku temukan di kalangan peng-apply visa, baik visa Jepang maupun visa negara lainnya yg biasanya meminta reservasi tiket pesawat sebagai syarat pengajuan visa, tapi semua itu sebenarnya bisa diatasi, untungnya aku langsung tanya mbah google gimana caranya booking pesawat tapi gk bayar, dan setelah searching sana sini akhirnya aku menemukannya~~~ 😆 

Oke langsung saja,, caranya kalian bisa booking di situs thai airways dengan memilih metode pembayaran contact thai office, setelah reservation selesai, kita akan dikirimi email bukti reservasi tiketnya, nah reservasi tiket tersebut bisa digunakan untuk apply visa Jepang. Kita gk perlu cancel untuk membatalkan reservasinya karna dlm waktu beberapa jam kalau kita gk bayar reservasinya otomatis akan dibatalkan. Tapi yang terpenting kita udh dapat bukti reservasinya. 

Nah kegalauan umum selanjutnya yg aku temukan yaitu,, masalah saldo minimum di bank statement, sebenarnya Kedubes Jepang gk ada nyantumin berapa saldo minimum yg harus ada di bank account kita, yg terpenting itu cashflow kita jelas, ada pendapatan yg pasti tiap bulan, dan tentunya saldo kita mencukupi selama di Jepang nantinya, nah masalahnya kita gatau saldo yg mencukupi itu sebenarnya hitungannya gimana, tapi dari berbagai sumber yang aku baca katanya untuk saldo minimum itu bisa kita sesuaikan dengan hitungan 1 juta / hari , maksudnya jika kita ingin pergi ke Jepang selama 7 hari, setidaknya saldo minimum kita ada 7 juta di bank account. 

Namun karna kasusnya sekarang aku lagi di Malaysia, aku gatau dong hitungannya gimana, siapa tau di tiap negara saldo minimumnya berbeda, seperti syarat visa Korea bagi foreigner di Malaysia yg mengharuskan saldo minimum RM20.000 atau setara dgn lebih kurang 68 juta rupiah di dalam bank account, sedangkan jika kita apply visa Korea di Indonesia pun katanya cukup dengan hitungan 1juta/hari, sama dengan perhitungan saldo minimum untuk visa Jepang. Jadi karna itu, dari jauh" hari aku sudah menjaga cashflow aku dan mempersiapkan saldo yg aku rasa sudah sangat jauh lebih dari cukup untuk sekedar hidup 8 hari di Jepang, jadi kalau untuk yg saldo minimum aku gk terlalu khawatir.

Kegalauan selanjutnya dalam mengajukan visa Jepang bagi foreigner di Malaysia yaitu masa berlaku visa kerja di Malaysia yg kurang dari 6 bulan. Nah untuk kasus ini, aku sebenarnya udah pernah nanya melalui email ke Kedubes Jepang di Kuala Lumpur dan mereka menyarankan aku untuk apply visa Jepang setelah visa kerja ku di Malaysia direnew, karna mereka gk bisa approve visa Jepang ku jika masa berlaku visa kerja Malaysia ku kurang dari 6 bulan, namun saat itu dari company ku belum bisa renew visa kerja karna memang belum saatnya visa ku untuk di renew.

Saat itu sebenarnya aku mau pergi ke Jepang pas autumn 28 Oktober- 5 November,  dan aku ingin mengajukan visa Jepang di bulan Agustus , namun visa kerja ku di Malaysia berakhir tgl 12 November, dan aku mengurungkan niat untuk mengajukan visa Jepang saat itu, dan akhirnya aku apply di bulan Januari setelah visa kerja ku di renew.

Namun kasus yang sama juga terjadi dgn teman ku yg sama" apply visa Jepang di bulan Januari ini karna kita emg mau pergi bareng ke Jepang di bulan Maret, masa berlaku visa kerja nya di Malaysia hanya tinggal 5 bulan lagi, tapi kali ini aku sarankan untuk membuat surat pernyataan pribadi untuk meyakinkan kedubes Jepang bahwa tujuan kita ke Jepang benar" hanya untuk pergi holiday dan melihat cherry blossom , sama sekali tidak ada terniat untuk mencari kerja atau apapun di sana.

Dan Alhamdulillah visa Jepang ku dan teman ku akhirnya sama" di approve. Proses yg dibutuhkan untuk apply visa Jepang di Kedubes Jepang Kuala Lumpur hanya 2 hari. Saat itu aku apply visa hari Senin, dan hari Rabunya passport sudah bisa diambil dan langsung melakukan pembayaran visa Jepang RM110 cash.

Sekian pengalaman ku dalam mengurus visa Jepang di Malaysia, semoga bermanfaat dan dapat membantu teman" yg juga ingin apply visa Jepang, dan terimakasih sudah mampir di blog ku :)





Bukti pengambilan passport dan visa Jepang


Visa Jepang





Tuesday, January 21, 2020

Pengalaman Mengurus Single Entry Visa Malaysia di Pekan Baru, Riau




Haloo guuyyss konnichiwa~~
Udah lama bgt rasanya aku gk update blog ini hehe 😂

Jadi setelah sekian lama aku gk buka blog ini karna kesibukan lain, kali ini aku mau putar balik alias flashback ke masa² aku sebelum tinggal di Malaysia hehe 😁(fyi, aku tinggal di Malaysia sejak 12 November 2018).
Jadi disini aku mau share pengalaman ku setahun lebih yg lalu sebelum aku sampai di Malaysia, yaaapss sesuai judulnya, ini merupakan pengalaman ku mengurus Single Entry Visa Malaysia (SEV).

Sebelum lanjut, mungkin diantara kita masih banyak yg bingung kan yak, ngapain sih bikin visa ke Malaysia, secara kan ke Malaysia bebas visa buat kita warga Indonesia.
Nah kali ini aku mau jelasin dulu apa sih itu Single Entry Visa ? Dan siapa aja sih yg perlu bikin Visa ?

Jadi memang bener, kita sebagai WNI sebenarnya bebas visa masuk ke Malaysia, tapi hanya sebatas kunjungan yg tidak lebih dari 30 hari, jadi dengan kata lain jikalau kita pergi ke Malaysia melebihi 30 hari, entah itu untuk kerja, studi, atau memang mau menetap disana, kita harus bikin Visa sesuai dengan tujuan kita masing² (ex : visa kerja, visa pelajar, visa spouse).

Secara garis besar, Kerajaan Malaysia mengeluarkan 3 jenis visa untuk warga asing yg membutuhkan visa untuk masuk ke Malaysia yaitu :

1. Single Entry Visa (SEV) , visa ini hanya berlaku untuk sekali masuk ke Malaysia dengan masa berlaku selama 3 bulan. Jadi bagi kalian yg ingin pergi ke Malaysia selama lebih dari 30 hari hingga maksimal 3 bulan dan tidak berniat untuk keluar-masuk Malaysia dalam 3 bulan tersebut, maka cukup membuat Single Entry Visa ini.

2. Multiple Entry Visa, visa ini merupakan visa jangka panjang (long-term visa) dan biasanya berlaku untuk 3 bulan hingga 1 tahun atau lebih sesuai dgn kebutuhan. Sesuai dengan namanya, visa ini memberikan kebebasan kepada pemegang visa untuk keluar-masuk Malaysia berkali² selama visa berlaku. Visa kerja, visa pelajar maupun spouse visa masuk dalam kategori Multiple Entry Visa.

3. Visa Transit, visa ini di berikan kepada warga negara asing yg memasuki Malaysia untuk tujuan transit saja. Tentunya untuk WNI tidak membutuhkan visa transit ini.

Nah jadi itulah sekilas tentang jenis" visa Malaysia, sekarang kita kembali ke cerita masa lalu ku *eh 😅

Oke langsung saja, jadi sebenarnya tujuanku membuat Single Entry Visa (SEV) ini karna saat itu aku diterima di salah satu perusahaan IT di Kuala Lumpur Malaysia, dan tentu saja aku membutuhkan Multiple Entry Visa (Visa Kerja) di Malaysia karna aku akan menetap di Malaysia melebihi dari 3 bulan, namun Multiple Entry Visa ini akan diurus oleh perusahaan tempat aku bekerja setelah aku sampai di Malaysia, jadi sebelum aku sampai di Malaysia aku harus membuat Single Entry Visa terlebih dahulu di Indonesia untuk bisa masuk dan bekerja di Malaysia, karna aku tidak bisa masuk ke Malaysia dgn bebas visa untuk tujuan bekerja.

Nah Single Entry Visa ini bisa dibuat di One Stop Centre (OSC) Konsulat Malaysia yg hanya ada di 4 Kota di Indonesia yaitu Jakarta, Pekan Baru, Medan, dan Pontianak. Ingat ya guys, cuma di OSC Konsulat Malaysia, bukan di Kedubes Malaysia, karna Kedubes Malaysia sudah tidak melayani proses pembuatan visa. Jadi bagi kalian yg ingin membuat SEV ini silahkah pilih salah satu dari 4 OSC konsulat tersebut yg terdekat dengan tempat tinggal kalian masing². Kalau aku sendiri, aku membuat Single Entry Visa ini di Konsulat Malaysia di Pekan Baru, karna aku tinggal di Padang yg lebih dekat dgn Pekan Baru.
Nah untuk alamat dari setiap OSC nya bisa diliat dibawah ini

                                

Lanjut deh yaaa,, kita masuk ke syarat² pembuatan Single Entry Visa yaitu :

1) Passport asli yg masih berlaku
2) 1 lembar fotocopy passport halaman identitas
3) 1 lembar pas foto berwarna dengan background putih ukuran foto passport (3.5 x 5)
4) Fotocopy Calling Visa / Surat Persetujuan pembuatan visa dari MDEC di Malaysia
5) Fotocopy Offer Letter dari perusahaan yg sudah ditanda tangani
6) KTP
7) Formulir permohonan visa yg bisa di download disini


Lalu proses pembuatan visanya bagaimana ? Baik, sabar,, sabar,,, aku akan jelasin semuanya disini kok hehe 😁

Jadi disini aku mau cerita dulu sedikit mengenai prosesnya, waktu itu ketika aku sampai di Pekan Baru (ceritanya aku berangkat dari Padang dan menginap dirumah temanku), aku langsung mencari kantor Konsulat Malaysia di Jl. Jendral Sudirman Bundaran Simpang 3, Pekan Baru. Setelah aku masuk kedalam gerbangnya dan bertemu dgn satpamnya, lalu satpamnya menanyakan maksud dan tujuanku pergi ke konsulat, setelah aku jelaskan aku ingin membuat Single Entry Visa, satpam itupun menyuruhku untuk pergi ke kantor OSC nya sesuai dgn alamat di atas yg kira² berjarak 1 km dari kantor konsulat Malaysia untuk melakukan pembayaran visa terlebih dahulu, setelah aku sampai di kantor OSC nya dan aku mengisi form permohonan visa karna sebelumnya aku belum mengisi form tersebut, lalu melakukan pembayaran secara cash sejumlah Rp881.000, dan setelah itu aku mendapatkan bukti pembayaran  SEV seperti gambar dibawah ini

Bukti pembayaran SEV

Setelah pembayaran selesai, aku disuruh kembali ke kantor konsulat untuk menyerahkan semua persyaratan Single Entry Visa dan bukti pembayaran visa tersebut. Ketika aku sampai di kantor konsulat sekitar jam 11 siang, aku langsung disuruh masuk oleh satpamnya, lalu cukup meletakkan semua persyaratan yg aku simpan dalam map kedalam keranjang yg terdapat di loket konsulat , setelah itu orang konsulat menyuruhku untuk kembali ke konsulat sekitar jam 3 siang pada hari itu juga untuk pengambilan passport karna proses pembuatan Single Entry Visa di Pekan Baru cukup cepat, hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja. Setelah aku kembali ke konsulat sekitar jam 3 siang, akhirnya aku mendapatkan Single Entry Visa yg sudah tertempel di dalam passport ku. Aku langsung mengirimkan foto Single Entry Visa ku ke perusahaan yg menerima ku di Malaysia, dan mereka langsung mengirimkan ku tiket pesawat untuk keberangkatan dari Padang ke Kuala Lumpur .

Setelah aku sampai di Kuala Lumpur Malaysia pada tgl 12 November 2018, pembayaran Single Entry Visa sebanyak Rp881.000 tersebut di reimburse oleh company ku yg disetarakan dengan ringgit, kemudian company ku meminta passportku untuk mengurus Multiple Entry Visa/ Visa Kerja ku.

Sekian pengalamanku, semoga bermanfaat untuk teman" yg akan berkerja di Malaysia dan harus mengurus Single Entry Visa terlebih dahulu.


Single Entry Visa

Multiple Entry Visa